Selasa, 04 Desember 2012

PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI


1. PENGERTIAN KEBUDAYAAN 

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata LatinColere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

1.1. Definisi budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. 

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan kolektif”di Cina. 

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. 

Dengan demikian, budaya lah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain. 

2. SESEORANG MENEMUKAN NILAI- NILAI YANG DI ANUT 

Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. 

Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai 

Ciri-ciri pembentukan nilai-nilai sosial yang di anut: 
  • Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antar warga masyarakat.
  • Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
  • Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
  • Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  • Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain. Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial
  • Memiliki pengaruh yang berbeda antar warga masyarakat.
  • Cenderung berkaitan satu sama lain. 
Berdasarkan ciri-cirinya, nilai sosial dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu nilai dominan dan nilai mendarah daging (internalized value).

Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Ukuran dominan tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut. 

Banyak orang yang menganut nilai tersebut. Contoh, sebagian besar anggota masyarakat menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti politik, ekonomi, hukum, dan sosial. 
Berapa lama nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat. 

Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut. Contoh, orang Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) di hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran atau Natal. 

Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contoh, memiliki mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri. 

2.1. Nilai mendarah daging (internalized value)

Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar). Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Contoh, seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula, guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut. 

Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang dalam masyarakat. Menurut Notonegoro, nilai sosial terbagi 3, yaitu: 
  1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi fisik/jasmani seseorang.
  2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang mendukung aktivitas seseorang.
  3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jiwa/psikis seseorang. 
3. PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. 

Selain itu perilaku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. 

Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi. 

3.1. Model perilaku konsumen 

Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli. 

Pertanyaan sentral bagi pemasar: Bagaimana konsumen memberikan respon terhadap berbagai usaha pemasaran yang dilancarkan perusahaan? Perusahaan benar−benar memahami bagaimana konsumen akan memberi respon terhadap sifat-sifat produk, harga dan daya tarik iklan yang berbeda mempunyai keunggulan besar atas pesaing. 

3.2. Faktor Budaya 

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, sub budaya dan kelas social pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. 

Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub budaya – sub budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak sub budaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. 

Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain. 

3.3. Pengaruh Budaya Yang Tidak Disadari 

Dengan adanya kebudayaan, perilaku konsumen mengalami perubahan . Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Pengaruh budaya dapat mempengaruhi masyarakat secara tidak sadar. Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja. Ketika kita ditanya kenapa kita melakukan sesuatu, kita akan otomatis menjawab, “ya karena memang sudah seharusnya seperti itu”. Jawaban itu sudah berupa jawaban otomatis yang memperlihatkan pengaruh budaya dalam perilaku kita. Barulah ketika seseorang berhadapan dengan masyarakat yang memiliki budaya, nilai dan kepercayaan yang berbeda dengan mereka, lalu baru menyadari bahwa budaya telah membentuk perilaku seseorang. Kemudian akan muncul apresiasi terhadap budaya yang dimiliki bila seseorang dihadapan dengan budaya yang berbeda. 

Misalnya, di budaya yang membiasakan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi akan merasa bahwa hal itu merupakan kebiasaan yang baik bila dibandingkan dengan budaya yang tidak mengajarkan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari. Jadi, konsumen melihat diri mereka sendiri dan bereaksi terhadap lingkungan mereka berdasarkan latar belakang kebudayaan yang mereka miliki. Dan, setiap individu akan mempersepsi dunia dengan kacamata budaya mereka sendiri. 

3.4. Pengaruh Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan 

Budaya yang ada di masyarakat dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya dalam suatu produk yang memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “Coba dan buktikan” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya dengan adanya budaya yang memberikan peraturan dan standar mengenai kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap waktu seseorang pada waktu makan. Begitu juga hal yang sama yang akan dilakukan konsumen misalnya sewaktu mengkonsumsi makanan olahan dan suatu obat. 

3.5. Pengaruh Budaya dapat Dipelajari 

Budaya dapat dipelajari sejak seseorang sewaktu masih kecil, yang memungkinkan seseorang mulai mendapat nilai-nilai kepercayaan dan kebiasaan dari lingkungan yang kemudian membentuk budaya seseorang. Berbagai macam cara budaya dapat dipelajari. Seperti yang diketahui secara umum yaitu misalnya ketika orang dewasa dan rekannya yang lebih tua mengajari anggota keluarganya yang lebih muda mengenai cara berperilaku. Ada juga misalnya seorang anak belajar dengan meniru perilaku keluarganya, teman atau pahlawan di televisi. Begitu juga dalam dunia industri, perusahaan periklanan cenderung memilih cara pembelajaran secara informal dengan memberikan model untuk ditiru masyarakat. Misalnya dengan adanya pengulangan iklan akan dapat membuat nilai suatu produk dan pembentukan kepercayaan dalam diri masyarakat. Seperti biasanya iklan sebuah produk akan berupaya mengulang kembali akan iklan suatu produk yang dapat menjadi keuntungan dan kelebihan dari produk itu sendiri. Iklan itu tidak hanya mampu mempengaruhi persepsi sesaat konsumen mengenai keuntungan dari suatu produk, namun dapat juga mempengaruhi persepsi generasi mendatang mengenai keuntungan yang akan didapat dari suatu kategori produk tertentu. 

3.6. Pengaruh Budaya yang Berupa Tradisi 

Tradisi adalah aktivitas yang bersifat simbolis yang merupakan serangkaian langkah-langkah (berbagai perilaku) yang muncul dalam rangkaian yang pasti dan terjadi berulang-ulang. Tradisi yang disampaikan selama kehidupan manusia, dari lahir hingga mati. Hal ini bisa jadi sangat bersifat umum. Hal yang penting dari tradisi ini untuk para pemasar adalah fakta bahwa tradisi cenderung masih berpengaruh terhadap masyarakat yang menganutnya. Misalnya yaitu natal, yang selalu berhubungan dengan pohon cemara. Dan untuk tradisi-tradisi misalnya pernikahan, akan membutuhkan perhiasan-perhiasan sebagai perlengkapan acara tersebut. 

4. STRUKTUR KONSUMSI

Secara matematis struktur konsumsi yaitu menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dengan kebijakan distribusi dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).

5. DAMPAK NILAI- NILAI INTI TERHADAP PEMASAR 

5.1. Kebutuhan 

Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kehilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena bukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas konsumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut. 

5.2. Keinginan 

Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menembus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh : manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut tergantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll. 

5.3. Permintaan 

Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan manusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya. 

6. PERUBAHAN NILAI 

Budaya juga perlu mengalami perubahan nilai. Ada beberapa aspek dari perlunya perluasan perubahan budaya yaitu :

a). Budaya merupakan konsep yang meliputi banyak hal atau luas. Hal tersebut termasuk segala sesuatu dari pengaruh proses pemikiran individu dan perilakunya. Ketika budaya tidak menentukan sifat dasar dari frekuensi pada dorongan biologis seperti lapar, hal tersebut berpengaruh jika waktu dan cara dari dorongan ini akan memberi kepuasan.

b). Budaya adalah hal yang diperoleh. Namun tidak memaksudkan mewarisi respon dan kecenderungan. Bagaimanapun juga, bermula dari perilaku manusia tersebut. 

c). Kerumitan dari masyarakat modern yang merupakan kebenaran budaya yang jarang memberikan ketentuan yang terperinci atas perilaku yang tepat. 

6.1. Variasi nilai perubahan dalam nilai budaya terhadap pembelian dan konsumsi 

Nilai budaya memberikan dampak yang lebih pada perilaku konsumen dimana dalam hal ini dimasukkan kedalam kategori-kategori umum yaitu berupa orientasi nilai-nilai lainnya yaitu merefleksi gambaran masyarakat dari hubungan yang tepat antara individu dan kelompok dalam masyarakat. Hubungan ini mempunyai pengaruh yang utama dalam praktek pemasaran. Sebagai contoh, jika masyarakat menilai aktifitas kolektif, konsumen akan melihat kearah lain pada pedoman dalam keputusan pembelanjaan dan tidak akan merespon keuntungan pada seruan promosi untuk “menjadi seorang individual”. Dan begitu juga pada budaya yang individualistik. Sifat dasar dari nilai yang terkait ini termasuk individual/kolektif, kaum muda/tua, meluas/batas keluarga, maskulin/feminim, persaingan/kerjasama, dan perbedaan/keseragaman. 

6.2. Individual/kolektif 

Budaya individualis terdapat pada budaya Amerika, Australia, Inggris, Kanada, New Zealand, dan Swedia. Sedangkan Taiwan, Korea, Hongkong, Meksiko, Jepang, India, dan Rusia lebih kolektifis dalam orientasi mereka. Nilai ini adalah faktor kunci yang membedakan budaya, dan konsep diri yang berpengaruh besar pada individu. Tidak mengherankan, konsumen dari budaya yang memiliki perbedaan nilai, berbeda pula reaksi mereka pada produk asing, iklan, dan sumber yang lebih disukai dari suatu informasi. Seperti contoh, konsumen dari Negara yang lebih kolektifis cenderung untuk menjadi lebih suka meniru dan kurang inovatif dalam pembelian mereka dibandingkan dengan budaya individualistik. Dalam tema yang diangkat seperti ” be your self” dan “stand out”, mungkin lebih efektif di negara amerika tapi secara umum tidak di negara Jepang, Korea, atau Cina. 

6.3. Usia muda/tua 

Dalam hal ini apakah dalam budaya pada suatu keluarga, anak-anak sebagai kaum muda lebih berperan dibandingkan dengan orang dewasa dalam pembelian. Dengan kata lain adalah melihat faktor budaya yang lebih bijaksana dalam melihat sisi dari peran usia. Seperti contoh di Negara kepulauan Fiji, para orang tua memilih untuk menyenangkan anak mereka dengan membeli suatu barang. Hal ini berbeda dengan para orang tua di Amerika yang memberikan tuntutan yang positif bagi anak mereka. Disamping itu, walaupun Cina memiliki kebijakan yang mengharuskan untuk membatasi keluarga memiliki lebih dari satu anak, tetapi bagi budaya mereka anak merupakan “kaisar kecil” bagi mereka. Jadi, apapun yang mereka inginkan akan segera dipenuhi. Dengan kata lain, penting untuk diingat bahwa segmen tradisional dan nilai masih berpengaruh dan pera pemasar harus menyesuaikan bukan hanya pada lintas budaya melainkan juga pada budaya didalamnya. 

6.4. Luas/batasan keluarga 

Yang dimaksud disini adalah bagaimana keluarga dalam suatu budaya membuat suatu keputusan penting bagi anggota keluarganya. Dengan kata lain apakah peran orang dewasa (orang tua) memiliki kebijakan yang lebih dalam memutuskan apa yang terbaik bagi anaknya. Atau malah sebaliknya anak-anak memberi keputusan sendiri apa yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Dan bisa dikatakan juga bahwa pengaruh pembelian oleh orang tua akan berpengaruh untuk seterusnya pada anak. Seperti contoh pada beberapa budaya yaitu seperti di Meksiko, sama halnya dengan Amerika, peran orang dewasa sangat berpengaruh. Para orang tua lebih memiliki kecenderungan dalam mengambil keputusan dalam membeli. Begitu juga para orang dewasa muda di Thailand yang hidup sendiri diluar dari orang tua atau keluarga mereka. Tetapi ketergantungan dalam membeli masih dipengaruhi oleh orang tua maupun keluarga mereka. Yang lain halnya di India, sesuatu hal yang akan dibeli diputuskan bersama-sama dalam satu keluarga yaitu seperti diskusi keluarga diantara mereka. 


SUMBER : 

Sabtu, 01 Desember 2012

Proposal



PENDAHULUAN


Latar belakang
            Motor merupakan alat transportasi yang semakin banyak penggunaannya oleh masyarakat luas yaitu sebagai alternatif untuk melakukan  aktivitas keseharian, mulai dari berangkat kerja, jalan – jalan ataupun untuk kesekolah. Penggunaan motor di masyarakat juga mulai mencangkup seluruh kalangan masyarakat. Mulai dari masyarakat kelas bawah maupun kelas atas. Alasan penggunaan motor untuk beraktivitas beragam mulai dari efisiensi, karena menghemat biaya bbm yang terus menerus meningkat dari masa ke masa. Sampai alasan penggunaan motor untuk menghemat waktu karena dapat dilihat saat ini  jalan – jalan terutama di daerah yang padat penduduk keadaan jalan selalu macet, sehingga penggunaan motor dinilai lebih efektif untuk dapat mengurangi tingkat kemacetan di daerah yang akan dilalui.
            Karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan penggunaan motor, menyebabkan semakin tingginya permintaan motor, dan ini juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat akan jasa perbaikan atau service motor. Jasa service motor ini diperlukan untuk merawat kendaraan bermotor yang akan digunakan agar penggunaannya lebih baik dan memiliki umur ekonomis atau penggunaan yang lebih lama. Terlebih sekarang tempat tinggal masyarakat cenderung jauh dari tempat mereka beraktivitas sehingga frekuensi untuk melakukan service pada motor semakin meningkat.
            Hal ini akan mendorong banyak pihak untuk membuka usaha bengkel motor karena melihat peluang keuntungan yang baik. Dan dari usaha bengkel motor yang didirikan ini, sudah pasti ingin terus mengembangkan usaha yang didirikan agar memperoleh profit yang maksimal. Dalam hal mendirikan usaha hendaknya dilakukan suatu perhitungan yang mendalam, agar seorang investor mengetahui apakah investasi yang akan ditanamkan akan mendapatkan keuntungan atau berupa kerugian. Untuk menentukan usaha apa yang akan dilakukan selain ditentukan oleh hal - hal yang sifatnya pribadi, juga ditentukan oleh masukan yang informatif.
            Studi kelayakan adalah studi yang mempelajari tentang layak atau tidaknya suatu usaha dapat didirikan atau dikembangkan. Tujuan dilakukan studi kelayakan usaha adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar yang ternyata tidak menguntungkan atau yang dapat mengakibatkan kerugian besar yang mungkin terjadi bila usaha tersebut dilakukan.
            Berdasarkan uraian tentang studi kelayakan suatu usaha diatas mendorong penulis untuk membuat penulisan ilmiah tentang studi kelayakan dengan judul                                    “ ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA BENGKEL KENDARAAN YOUNG’S MOTOR  ”. 

Rumusan masalah
Dalam penulisan ini masalah yang ingin dikemukakan penulis ilmiah ini adalah:
“Apakah investasi pada pembukaan cabang baru jasa servis kendaraan bermotor roda dua  pada Bengkel Young’s Motor layak atau tidak?”

Batasan masalah
            Pada Penulisan ini, penulis membatasi pada lima aspek studi kelayakan bisnis yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknik dan teknologi, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek ekonomi sosial. Dalam penulisan ilmiah ini menggunakan metode perhitungan PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PI (Profitabiliti Index) sehingga dengan data yang diperoleh dari usaha tersebut pada tahun 2011 yang bertempat di daerah Jalan Basuki Rahmat, Kober Hulu No.4 Jakarta Timur, dapat melihat peluang pembukaan cabang baru pada tahun 2012.

Tujuan penelitian
Penelitian ilmiah ini bertujuan untuk :
1.            Untuk mengetahui layak atau tidaknya pembukaan cabang baru usaha jasa servis kendaraan bermotor roda dua di daerah Ruko Narogong, jembatan V No.28 Bekasi Timur.
2.            Mengetahui metode perhitungan PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PI (Profitabiliti Index ) dapat dilakukan untuk mengatasi masalah layak atau tidaknya pada pembukaan cabang baru pada usaha jasa servis kendaraan bermotor roda dua.
           
Manfaat penelilian
            Penulis  mengharapkan dalam diadakannya penelitian ini dapat membawa manfaat, yaitu kepada :
1.      Akademis
Dapat meningkatkan wawasan dan menambah pengetahuan tentang tingkat kelayakan usaha dalam menganalisa layak atau tidak layak jika membuka sebuah usaha.
2.      Perusahaan atau Pengusaha
Dapat mengetahui apakah metode perhitungan PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PI (Profitabiliti Index ) dapat dilakukan pada usaha jasa servis kendaraan bermotor roda dua
3.    Manfaat Praktis
       Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara langsung terhadap pemilik usaha service kendaraan bermotor Bengkel Young’s Motor maka diharapkan dapat meberikan manfaat bagi perusahaan

Objek penelitian
            Dalam masalah ini penulis mengambil objek penelitian pada usaha usaha jasa servis kendaraan bermotor roda dua yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat, Kober Hulu No.4 Jakarta Timur.

Data / Variabel
            Data yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka penulis menggunakan data primer yaitu dengan cara wawancara secara langsung kepada pemilik. Umumnya berupa bukti, catatan atau laporan yang telah diisikan pertanyaan langsung kepada informan. Data yang di dapat berupa data investasi, data pendapatan, data keuntungan.

Metode pengumpulan data
Untuk memperoleh data-data, penulis melakukan pengambilan data-data dengan mengunakan data primer yaitu dengan cara
  1. Riset Lapangan
Merupakan studi lapangan yang dilakukan untuk memperoleh data yang akurat dengan cara melakukan :
a.       Wawancara
Yaitu cara untuk mrngumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan atau seseorang autoritas ( seorang ahli yang berwenang dalam suatu masalah ) ( Gorys Keraf, 2001 : 161 )

b.      Observasi
Yaitu suatu pengamatan langsung terhadap suatu objek yang diteliti dalam waktu singkat dan bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai objek penelitian ( Gorys Keraf, 2001 : 162 )
  1. Metode Analisis Data
Metode yang digunakan untuk menganalisis data tersebut yaitu dengan metode PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PI (Profitabiliti Index ) dan aspek-aspek studi kelayakan.
  1. Penelitian Kepustakaan
Penelitian yang dilakukan dengan cara pengumpulan data yang didapat dari  berbagai sumber tertulis yaitu dengan cara mempelajari buku-buku yang memuat materi penelitian ilmiah ini.

Alat analisis yang digunakan
            Untuk mengelola data yang sudah terkumpul penulis mencoba menggunakan alat analisis yaitu analisis kuantitatif. Digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai kelayakan usaha pada usaha jasa servis kendaraan bermotor roda dua selain itu menggunakan metode,
a.  Payback Period yaitu yang mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali.
b. Net Present Value yaitu metode yang menghitung selisih nilai dengan penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.
c.  Internal Rate of Return yaitu untuk mencari tingkat bunga.
d.  Profitabiliti Index yaitu mencari nilai keuntungan.


LANDASAN TEORI

Kerangka Teori
Pengertian Studi Kelayakan Proyek
            Studi kelayakan proyek adalah suatu penelitian tentang dapat tidaknya suatu  proyek ( biasanya merupakan proyek investasi ) dilaksanakan dengan hasil. Menurut Suad Husnan (2000), objek yang diteliti bisa berbentuk proyek raksaksa atau pun proyek yang sederhana.
Sedangkan menurut Husain Umar (2001) adalah studi kelayakan proyek adalah suatu penelitian tentang layak atau tidak suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan proyek investasi ini dilaksanakan”. Maksud layak atau tidak layak disini adalah perkiraan bahwa proyek akan dapat atau tidak dapat  menghasilkan keuntungan.
Pada umumnya suatu studi kelayakan proyek menyangkut 3 aspek yaitu
1.         Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (manfaat finansial) dengan maksud apakah proyek tersebut menguntungkan apabila dibandingkan dengan resiko proyek tersebut.
2.         Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (manfaat ekonomi nasional).
3.         Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat sekitar proyek tersebut.

Tujuan Dilaksanakan Studi Kelayakan
            Proyek investasi umumnya memerlukan dana yang cukup besar dan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Karena perusahaan perlu berhati-hati dalam melakukan studi agar jangan sampai dana yang telah diinvestasikan dalam proyek tersebut tidak menguntungkan. Secara ringkas tujuan diadakan studi kelayakan adalah menghindari keterlanjuran peranan modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.
            Oleh karena itu dalam menjalankan suatu proyek perlu diperhatikan tujuan studi kelayakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam studi kelayakan :
a.    Ruang lingkup kegiatan proyek jenis usaha dan tahapan-tahapannya.
b.    Cara kegiatan proyek dilakukan baik perorangan maupun organisasi.
c.    Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya suatu proyek identifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan serta teknik-tekniknya.
d.   Sarana yang perlu oleh proyek dan fasilitas pendukung proyek seperti transportasi, jalan raya dan lain-lain.
e.    Hasil kegiatan proyek tersebut, serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut, serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut.
f.     Akibat-akibat  yang  bermanfaat  maupun  yang  tidak  dari  adanya  proyek seperti manfaat dan pengorbanan ekonomis dan sosial.
Langkah-langkah rencana untuk mendirikan proyek, beserta jadwal dari masing-masing kegiatan tersebut, sampai dengan proyek investasi siap berjalan.

Manfaat Studi Kelayakan Bisnis
            Menurut Husein Umar (2001) manfaat studi kelayakan bisnis dapat kita lihat dari berbagai pihak, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Pihak Investor
Jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan  pendanaanya, kita dapat mulai mencari investor atau pemilik modal yang mau mananamkan modal  pada proyek yang akan dikerjakan itu.
2.      Pihak Kreditor
Pendanaan proyek dapat juga didapat dari bank. Pihak bank perlu mengkaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah kita buat tersebut termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas dan tersedianya jaminan yang dimiliki perusahaan sebelum pihak bank memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak.
3.   Pihak Manajemen Perusahaan
      Pembuatan studi kelayakan bisnis dapat dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan selain dibuat sendiri oleh pihak internal perusahaan terlepas dari siapa yang membuat, jelas bagi manajemen bahwa pembuataan proposal ini merupakan suatu upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek yang pada akhirnya akan menuju pada peningkatan usaha dalam rangka meningkatkan laba.

Aspek-Aspek Yang Dikaji Dalam Studi Kelayakan.
   Belum ada keseragaman mengenai aspek-aspek bisnis apa saja yang harus dikaji dalam rangka studi kelayakan bisnis.  Dalam proses analisis setiap aspek saling berketerkaitan antara satu aspek dengan aspek yang lainya. Mengacu kepada konsep bisnis terdahulu aspek yang perlu diteliti adalah sebagai berikut:

a)            Aspek Pasar
            Peranan aspek pasar dalam pendirian maupun perluasan usaha pada studi kelayakan proyek maupun studi kelayakan bisnis  merupakan variabel pertama atau yang utama untuk mendapatkan perhatian.  Terdapat dua masalah utama dalam aspek pasar pengukuran pasar potensial saat sekarang dan pada saat yang akan datang, pengertian dari pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu dalam periode tertentu. Adapun karateristik yang harus diperhatikan dalam aspek pasar yaitu seperti :
·         Permintaan, baik secara total maupun diperinci menurut daerah, jenis konsumen. Dalam hal ini pengukuran dan peramalan permintaan merupakan pokok utama dalam aspek pasar, tujuan dari peramalan dan pengukuran permintaan tersebut adalah usaha untuk mengurangi terjadinya hal yang berlawanan antara keadaan yang sungguh-sungguh dengan apa yang menjadi hasil peramalan. Disini juga perlu diperkirakan tentang proyeksi permintaan tersebut.
·         Penawaran, diartikan sebagai berbagai  kuantitas barang yang ditawarkan dipasar pada berbagai tingkat harga. Penawaran yang timbul baik yang berasal dari dalam negri maupun dari luar negri. Bagaimana perkembangan dimasa lalu dan bagaimana perkiraan dimasa yang akan datang. Adapun Faktor yang mempengaruhi penawaran ini seperti, harga barang-barang lain, biaya faktor produksi, tujuan perusahaan dan tingkat teknologi.
·            Harga, dilakukan perbandingan dengan barang-barang import dalam negeri lainnya.
·            Program pemasaran, mencakup strategi yang digunakan untuk mencapai market share yang telah ditetapkan dan untuk keperluan ini perlu diperhatikan kedudukan produk, dan segmen pasar yang direncanakan.
·            Perkiraan penjualan yang akan dicapai perusahaan, market share yang bisa dikuasai perusahaan.

b)           Aspek Teknis dan Produksi
Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya, pelaksanaan aspek teknis dilakukan setelah evaluasi aspek pasar yang menunjukan adanya kesempatan pemasaran yang memadai untuk jangka waktu yang relatif panjang. Disamping itu aspek teknis menyangkut berbagai pertanyaan penting tentang :  Apakah studi dalam pengujian terlebih dahulu pernah dilakukan, dan apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal? Serta bagaimana dengan pemilihan lokasi perusahaan tersebut?

c)            Aspek Manajemen
Manajemen berfungsi untuk aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Dalam menyusun suatu rencana hendaknya dapat dikaji dari beberapa sisi, seperti sisi pendekatan pembuatan perencanaan, sisi fungsi perencanaan, sisi jangka waktu pelaksanaan, setelah itu buatlah suatu rekomendasinya. Disamping itu aspek manajemen bisa menyangkut tentang  :
·         Manajemen dalam masa pembangunan proyek, siapa pelaksana proyek tersebut ?
·         Manajemen dalam operasi, bentuk organisasi/badan usaha yang dipilih. Struktur organisasi, jumlah tenaga kerja yang akan digunakan.

d)           Aspek Hukum / Aspek Yuridis  :
Untuk menganalisa siapa pelaksanaan bisnis, tentunya hal ini menyangkut pada badan usahanya dan orang-orang atau individu yang terlibat.
·         Bentuk badan usaha yang akan digunakan.
Beberapa bentuk perusahaan di Indonesia, dari segi yuridisnya ada :
a.             Perusahaan perseorangan : jenis  usaha ini merupakan perusahaan yang diawasi dan dikelola oleh seorang.
b.            Firma : suatu bentuk perkumpulan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama.
c.             Perseroaan Comanditer (CV) : merupakan suatu persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang yang masing-masing menyerahkan sejumlah uang dalam jumlah yang tidak perlu sama.
d.            Perusahaan Negara dimana usaha yang modalnya secara keseluruhan dari Negara.
e.             Koperasi : badan usaha yang bergerak dalam bidak ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahtraan anggotanya :
·         Jaminan yang bisa disediakan kalau akan menggunakan dana pinjaman.
·         Berbagai akta, sertifikat izin yang akan digunakan.

e)            Aspek Ekonomi dan Sosial
Pengaruh Investasi tersebut terhadap peningkatan penghasilan Negara. Sudah jelas bahwa dengan bertumbuhnya bisnis dalam negri akan menambah pendapatan Negara misalnya dengan bertambahnya produksi dalam negeri maka pendapatan seperti pajak, pembayaran listrik, pembayaran telephone akan meningkat.
Sedangkan disisi lain juga dapat memberikan penambahan kesempatan kerja. Dalam hal ini bahwa proyek mampu meningkatkan kesempatan tenaga kerja dan sekaligus ikut serta dalam pemerataan tenaga kerja di negeri. Bagaimana pengaruh investasi tersebut terhadap industri lain. Dengan adanya proyek atau bisnis baru diharapkan tumbuh industri lain baik yang sejenis maupun industri pendukung, bisa juga industri sebagai dampak positif adanya kegiatan bisnis di daerah tersebut. 
Sedangkan dari segi Aspek bersifat sosial Investasi bisnis hendaknya dapat berpengaruh positif pada masarakat sekitar, tidak hanya berdampak pada peningkatan atau semakin baiknya kondisi lingkungan seperti, jalan listrik, jembatan,  dan lain-lain.  

f)             Aspek Keuangan
            Dalam pembahasan studi kelayakan ini aspek keuangan adalah merupakan suatu aspek yang sangat menentukan berjalannya invetasi yang akan dilakukan. Karena aspek keuangan dapat menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan, dengan cara membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal, kemampuan untuk membayar kembali investasi yang telah dilakukan dalam waktu yang telah ditentukan, serta dapat menilai apakah investasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
            Aspek keuangan juga dapat dikatakan sebagai dasar terlaksana atau tidaknya suatu investasi yang diinginkan. Maka dari itu dalam menilai investasi harus benar-benar memperhatikan dana yang tersedia apakah dapat digunakan secara maksimal demi mencapai tujuan dari perusahaan.
            Dalam aspek keuangan ini juga membicarakan bagaimana memperkirakan kebutuhan dana yang digunakan untuk aktiva tetap maupun untuk modal kerja.

Pengertian Investasi
            Menurut Swarsono Muhammad (2000) mengatakan : investasi adalah “setiap wahana dimana ditempatkan dengan memelihara atau menaikan nilai dan memberikan hasil (return) yang positif dimasa yang akan datang”. Dan menurut Suad Husnan (2000), mengatakan “investasi adalah penanaman sumber daya untuk yang akan datang”.
            Usulan investasi yang didasarkan menurut kategori diantaranya adalah sebagai berikut :
1.                  Investasi penggantian, adalah penggantian aktiva yang sudah harus diganti dengan yang lain.
2.                  Investasi dengan penambahan kapasitas.
3.                  Investasi penambahan jenis produk baru, yaitu investasi untuk menghasilkan produk baru tetapi tetap memproduksi yang lama.
4.                  Investasi lain-lain, yaitu investasi yang tidak termasuk dalam tiga golongan diatas.

Aktiva tetap adalah aktiva yang memiliki karateristik, sebagai berikut :
 1.    Memiliki wujud fisik
 2.    Diperoleh atau dibuat untuk dipergunakan dalam kegiatan usaha perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual.
 3.    Memberikan mamfaat untuk priode jangka panjang.

            Dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap seperti halnya dana yang di investasikan dalam aktiva lancar juga mengalami proses perputaran secara konsepsionil sebenarnya tidak ada perbedaan antara investasi aktiva tetap dengan aktiva lancar.  Perusahaan mengadakan investasi dalam inventori, piutang dan lain-lain adalah dengan harapan bahwa perusahaan akan memperoleh kembali dana yang telah diinvestasikan dalam aktiva tetap tersebut. Demikian pula halnya apabila perusahaan mengadakan investasi dalam aktiva tetap, juga dengan harapan yang sama dengan aktiva lancar yaitu perusahaan akan memperoleh kembali dana yang diinvestasikan dalam aktiva lancar, tapi perputaran dana yang tertanam pada kedua aktiva berbeda, yaitu aktiva lancar diharapkan akan dapat diterima dalam waktu dekat (kurang dari satu tahun) dan secara sekaligus, sebaliknya investasi dalam aktiva tetap, dana yang tertanam didalamnya akan diterima kemblai keseluruhannya dalam jangka waktu beberapa tahun, dan kembalinya secara berangsur-angsur melalui depresiasi.
            Dengan demikian perbedaan atara investasi dalam aktiva tetap dan aktiva lancar adalah terletak dalam soal “waktu” dan “ cara perputaran” dana yang tertanam didalamnya. Perputaran dalam aktiva lancar dapat digambarkan sebagai berikut :
 



Sedangkan perputaran dana yang diinvestasikan dalam aktiva tetap dapat digambarkan sebagai berikut :
 

        
Sebagaimana yang telah kita diketahui bahwa jumlah dana yang diinvestasikan dalam aktiva tetap tidak sama jumlahnya selama periode investasi atau selama penggunaan umur aktiva tetap tersebut, jumlah dana yang terikat dalam aktiva tetap akan berangsur-angsur berkurang sesuai dengan metode depresiasi yang digunakan.

Pengertian Capital Budgeting
            Capital Budgeting adalah keseluruhan proses dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut lebih/kurang dari waktu satu tahun (Bambang Riyanto, 2000).
Capital budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan
 karena:
1.      Dana yang dikeluarkan terikat dalam jangka waktu yang panjang. Ini berarti perusahaan harus menunggu sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali oleh perusahaan.
2.      Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan diwaktu yang akan datang. Kesalahan dalam melakukan Forecasting akan dapat meneyebabkan Over atau Under Investment dalam aktiva tetap. Apabila dana yang tertanam dalam aktiva tetap terlalu besar melebihi daripada yang  diperlukan akan memberikan beban tetap yang besar bagi perusahaan. Sebaliknya bila jumlah aktiva tetap yang ditanam dalam investasi telalu kecil maka akan timbul kekurangan peralatan, mengakibatkan perusahaan bekerja dengan harga pokok yang tinggi sehingga mengurangi daya persaingannya atau kemungkinan lain akan kehilangan sebagian pasar bagi produknya.
3.      Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi dana yang besar itu mungkin tidak dapat diperoleh pada jangka waktu yang pendekatau tidak mungkin diperoleh sekaligus berhubung dengan itu maka sebelumnya harus dibuat rencana yang hati-hati dan teliti.
4.      Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan mempunyai akibat yang panjang dan berat. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dalam bidang ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian.

Pengertian Cash Flow
            Ada berbagai cara penilaian usul investasi didasarkan path aliran kas (cash flow) dan bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan keuntungan tambahan bagi perusahaan dan juga perusahaan harus mempunyai kas untuk ditanamkan kembali. Setiap usulan pengeluaran modal selalu mengandung dua macam aliran kas yaitu :
1.                  Aliran kas yang keluar netto (net outflow of cash) yaitu yang diperlukan untuk investasi baru.
2.                  Aliran kas masuk netto tahunan (net annual inflow of cash) yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut, sering pula disebut "net cash proceeds " atau ”proceed " (Bambang Riyanto, 2000).
Ada pula yang membagi kedalam tiga kelompok yaitu
a.         Initial cash flow (aliran kas permulaan) yaitu pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode.
b.         Operational cash flow (aliran kas operasional) yaitu aliran kas yang timbul selama proyek berjalan.
c.         Terminal cash flow (aliran kas terminal) yaitu aliran yang akan diterima pada akhir proyek.

Pengerian Depresiasi atau Penyusutan
            Aktiva tetap dicatat sebesar pengorbanan sumber ekonomis yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh aktiva, samapai dengan aktiva tersebut siap digunakan. Oleh karena itu aktiva tetap yang diperoleh , memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi, akibat semakin lama kemampuan potensial aktiva tersebut menjadi berkurang, maka kos aktiva tetap harus dialokasikan secara sistematik dan rasional. Hal ini juga berpengaruh kepada proses penentuan laba perusahaan secara wajar, untuk menentukan laba atau rugi usaha, perlu dipertemukan antara pendapatan yang dihasilkan selama periode tertentu dengan biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan pendapatan tersebut.
            Secara fisik ketinggalan teknologi dan keuangan dari operasi merupakan elemen yang menyebabkan perlu dilakukan depresiasi kos aktiva tetap yang umurnya terbatas harus di depresiasikan.
            Pengertian Depresiasi menurut Efraim F.G (1993) adalah “proses alokasi aktiva tetap menjadi biaya, yang dilakukan secara sistematik dan rasional pada periode-periode yang menikmati manfaat aktiva tetap tersebut, depresiasi bukan merupakan penilaian, tetapi alat untuk mengalokasikan kos”.
            Ada tiga hal yang harus di perhatikan dalam membebankan aktiva  tetap pada pendapatan sebagai depresiasi :
1. Kas aktiva didepresiasikan ( depreciacible cost for asset)
            Nilai  ini diperoleh dengan mengurangkan kas awal (original Cost) dengan nilai residu (residu Value). Taksiran niai residu adalah taksiran nilai aktiva tetap yang dapat diperoleh kembali. Pada akhir tahun ekonomis aktiva tersebut.
2.  Taksiran Mamfaat Umur Ekonomis
Taksiran mamfaat aktiva tetap yang dianggap masih dapat memberikan manfaat atau dapat beroperasi secara ekonomis. Taksiran ini digunakan sebagai dasar alokasi kos aktiva tetap.
Ada dua dasar taksiran manfaat  aktiva tetap yang paling mendasar adalah :
·               Taksiran manfaat secara fisik
   Menunjukan kemampuan fisik aktiva tetap untuk beroperasi selama jangka waktu tertentu.
·         Taksiran manfaat secara ekonomis
·   Menunjukan kemampuan aktiva tetap tersebut untuk beroperasi secara ekonomis.

Kajian Penelitian Sejenis

a.       Nama                           : Saryadi
      Npm                            : 21207000
Jurusan                        : Akuntansi
Judul                           : Studi Kelayakan Pengembangan Usaha Pada Bengkel Motor Mams Speed
Universitas Gunadarma 2010
Objek peneliian yaitu pengembangan usaha dengan melakukan pembukaan cabang baru “ Bengkel Motor Mams Speed “ di Jl. Kebagusan Raya, Jakarta Selatan yang ingin mengembangkan usaha dengan memperhitungkan dari segi aspek keuangan menggunakan metode. Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI).
Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh :
-          Payback Period didapat hasil 1 tahun 4 bulan 7 hari merupakan jangka waktu pengembalian investasi, karena Payback Periodnya lebih pendek dari waktu yang ditentukan maka investasi dapat diterima dan layak untuk di terima atau dikembangkan
-          NPV Net Present Value diperoleh hasil sebesar Rp. 10.693.710 karena nilai yang diperoleh positif maka investasi diterima.
-          Profitability Indeks diperoleh hasil sebesar 2,58. Karena hasilnya lebih besar dari 1 maka investasi tersebut diterima.

Kesimpulan :
Bahwa pengembangan usaha untuk dikembangkan dan peluang investasi yang ditanamkan dalam proyek ini cukup menuntungkan dan sangat membantu.

b.      Nama                           : Bagus Ananto
      Npm                            : 20208230
Jurusan                        : Akuntansi
Judul                           : ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI USAHA PADA
                                                  BENGKEL MOTOR UCAN SPEED PI
Universitas Gunadarma 2011
Objek peneliian yaitu pengembangan usaha dengan melakukan pembukaan cabang baru “ Bengkel Motor Ucan Speed “ di Jl. Raya Pekapuran, Cimanggis – Depok. Yang ingin mengembangkan usaha dengan memperhitungkan dari segi aspek keuangan menggunakan metode Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR).
Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh :
-          Payback Period didapat hasil untuk 1 Tahun 3 Bulan merupakan jangka waktu pengembalian investasi, karena Payback Periodnya lebih pendek dari waktu yang ditentukan maka investasi dapat diterima dan layak untuk di terima atau dikembangkan
-          NPV Net Present Value diperoleh  positif maka investasi diterima.
-          Profitability Indeks diperoleh hasil sebesar 1,39. Karena hasilnya lebih besar dari 1 maka investasi tersebut diterima.
-          IRRnya  sebesar 10,22%

Kesimpulan :
Bahwa pengembangan usah Bengkel Motor Ucan Speeda untuk dikembangkan dan pembukaan cabang baru pada bengkel motor ini dapat di terima dan memberikan keuntungan yang baik.

c.       Nama                           : Eko Budiono
      Npm                            : 10200588
Jurusan                        : Manajemen
Judul                           : STUDI KELAYAKAN BISNIS ASPEK FINANSIAL PROYEK INVESTASI MEMBUKA KANTOR CABANG PENJUALAN MOTOR SUZUKI CV SEM MOTOR

Universitas Gunadarma
Objek peneliian yaitu pengembangan usaha dengan melakukan pembukaan cabang baru “ Kantor Cabang Penjualan Motor Suzuki CV. SEM Motor “. Yang ingin mengembangkan usaha dengan memperhitungkan dari segi aspek keuangan menggunakan metode Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR).
Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh :
-          Modal investasi awal Rp 1.380.850.000 dan arus kas bersih Rp 709.999.500 /tahun
-          Payback Period didapat hasil kurang dari 5 tahun, maka investasi tersebut dapat diterima 
-          NPV Net Present Value (pada bunga 15%) lebih dari 0 maka dapat dikatakan bersifat positif dan dapat di terima investasi atau pengembangan cabang baru yang akan di buka
-          IRRnya  lebih besar dari NPV maka keputusan untuk investasi dapat diterima
-          Profitability Indeks diperoleh hasil lebih dari 1

Kesimpulan :
Bahwa pengembangan kantor cabang penjualan motor Suzuki CV SEM Motor untuk dikembangkan dan peluang investasi yang ditanamkan dalam proyek ini cukup menuntungkan dan sangat membantu.


Alat analisis
            Dalam menjalankan proyek akan menggunakan invetasasi pada umumnya mengunakan metode-metode investasi diantaranya adalah mengunakan metode :

Metode Payback Periode ( PP )
            Pengertian dari payback period antara lain suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi ( Initial Cash Investment ) dengan menggunakn aliran kas, dengan kata lain payback priode merupakan rasio antara lain initial cash investment dengan cash inflow yang hasilnya merupakan satuan waktu (Husein Umar 2001). Menurut Saud Husnan dan Suarsono mengatakan “metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi harus kembali”. Menurut Bambang Rianto (1997) mengatakan “suatu periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluarkan investasi ”.
Apabila investai  dapat dihitung dengan rumus :
 

Payback period = Jumlah Investasi
  Jumlah proceed

            Apabila suatu investasi tidak sama besarnya dari tahun ketahun, dengan sendirinya perhitungan diatas tidak dimungkinkan. Oleh karena itu kita perlu kita perlu menghitung proceeds dari tahun per tahun, sehingga keseluruhan investasi yang dikurangi jumlah proceeds tahun ke-1, hasilnya dikurangi lagi dengan proceeds tahun ke-2 dan begitu seterusnya sehingga hasil pengurangan tersebut tidak dapat lagi dikurangi dengan proceedsnya. Kelebihan hasil penguangan itu dibagi dengan proceeds tahun berikutnya laku dikalikan dengan 12 bulan untuk mengetahui beberapa bulan pengembaliannya.
            Kriteria dalam penerimaan atau menolak, melibatkan periode pembayaran kembali dari proyek kurang dari atau dana dengan periode pembayaran maksimum yang diinginkan perusahaan.
Kritetia terima tolak sebagai berikut :
        
·   Terima jika pembayaran kembali periode pembayaran kembali maximum yang diterima.
·   Tolak jika pembayaran kembali > periode pembayaran maximum yang diterima.



Metode Net Present Value ( NPV )
Pengertian dari metode Net Present Value yaitu sebagai berikut :
            Menurut Bambang Riaanto (1997) “nilai bersih sekarang proyek memberikan ukuran nilai bersih proposal investasi dalam nilai uang pada saat sekarang, perlu digunakan discount rate yang dapat ditentukan berdasarkan cost of capital”. Cost of capital dimaksudkan konsep yang sangat penting dalam perusahaan. Konsep cost of capital dimaksudkan untuk menghitung besarnya ongkos riil yang harus dikeluarkan untuk menggunakan dana dari alternative sumber yang ada. Konsep cost of capital ini digunakan untuk menolak atau menerima suatu usul proyak investasi yang berfungsi sebagai hurdle rate yaitu tingkt pembatas.
Nilai bersih sekarang dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
 

Net Present Value = PV proceed – PV Outlayes

Kriteria terima tolak dalam metode Net Present Value adalah sebagai berikut :
 

·   Jika Net Present Value proyek lebih besar dari PV proceed atau sama dengan 0 ( nol ), maka akan menerina penerimaan proyek tersebut Proyek ( NPV0,0 : Terima ).
·   Jika ada nilai negative muncul maka penerimaan proyek, maka akan menolak proyek ( NPV < 0,0 : Tolak ).

            Jika nilai bersih sekarang dari proyek nol, maka proyek tersebut memberikan pengembalian yang sama dengan tingkat tingkat pengembalian yang diisaratkan dan harus diterima. Tingkat pengembalian yang disyaratkan atau biaya modal adalah tingkat pengembalian yang dibutuhkan untuk menaskahkan pencarian dana untuk mendanai proyek atau dengan kata lain tingkat pengembalia yang dibutuhkan, untuk mempertahankan harga pasar per saham perusahaan sekarang.
            Menurut Kasmir dan Jakfar (2003) “nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih ( PV of  proceed ) dengan PV investasi ( capital outlays ) selam umur investasi. Selisih antara nilai kedua pada PV tersebutlah yang kita kenal dengan Net Present Value ( NPV )”.

Metode Internal Rate of Return ( IRR )
            Menurut Bambang Rianto (1997) “Internal Rate of Return dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan diterima ( PV of Future Proceed ) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengurangan modal ( PV of capital Outlays ) “. Pada dasarnya internal rate of return itu harus dicari cara “trial and eror”  ( dengan serba coba-coba).
            Pertama kita menghitung PV dari proceed suatu investasi dengan menggunakan tingkat bunga yang kita pilih menurut kehendak kita. Kemudian hasil perhitungan itu dibandingkan dengan jumlah PV dari outlaysnya. Kalau PV proceed lebih besar dari PV outlaysnya kita harus menggunakan tingkat bunga yang lebih tinggi lagi, sebaliknya kalau PV proceed lebih keciloutlaysnya kita harus menggunakan tingkat bunga yang dapat dijadikan PV procced sama  besarnya dengan PV outlaysnya. Pada tingkat bunga inilah NPV dari usulan investasi tersebut adalah 0 ( nol ) tau mendekati nol. Besarnya tingkat bunga tersebut mengambarkan besarnya internal rate of return dari usulan investasi tersebut.
            Internal rate of return dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
 

Internal rate of return ( IRR ) = Df 1 +         NPV1             ( Df 2- Df 1 )         
                              NPV 1 – NPV 2

Keterangan : Df 1    = Tingkat bunga ke-1
                      Df 2    = Tingkat bunga ke-2
                      NPV1 = Net Present Value Positif
                      NPV2 = Net Present Value Negatif
            Kriteria keputusan dengan menggunakan tingkat pengambilan internal proyek menurut Chaerul D.Djakman (1999) adalah “menerima proyek jika tingkat pengambilan internalnya lebih besar dari atau sama denagan tingkat pengambilan internalnya kurang dari tingkat pengambilan yang diisaratkan”.
Kriteria terima tolak ini dinyatakan kembali sebagai berikut :
 

Internal rate of return tingkat pengambilan yang diisaratkan : Terima
Internal rate of return  < tingkat pengambilan yang diisaratkan : Tolak

Keuntungan serta kelemahan dari internal rate of return yaitu :
Keuntungan :
-          Mengunakan arus kas.
-          Memakai nilai waktu uang.
-          Konsisten secara umum dengan tujuan perusahaan memaksimumkan kekayaan pemegang saham.
Kelemahan :
-          Membutuhkan peramalan jangka panjang yang detail mengenai pertambahan keuntungan biaya.
-          Meningkatkan Internal rate of return berganda.
-          Memeksimumkan arus kas sepanjang usia proyek direinvestasi pada tingkat Internal rate of return.
-           
Metode Profitabiliti Index ( PI )
            Menurut Chaerul D.Djakman (1993) “indeks keuntungan atau rasio keuntungan atau biaya adalah rasio nilai sekarang dari arus kas bersih pada masa depan terhadap pengeluaran awal”.
            Walau kriteria ini bersih sekarang investasi memberikan ukuran kelayakan proyek dalam nilai uang yang absolute, maka indeks keuntungan memberikan ukuran relative dari keuntungan bersih masa depannya terhadap biaya awal.
 Profitabilitas index dapat dihitung dengan mengunakan rumus :

 

                Profitabilitas Index =  PV Proceed
                                                    PV Outlay

            Kritetia keputusan dengan mengunakan indeks keuntungan adalah menerima proyek jika profitabilitas indeks lebih besar atau sama dengan 1,00 dan menolak proyek jika profitabilitas indeks kurang dari 1,00.
 

               Profitabilitas index ( PI ) 1,0 : Terima
               Profitabilitas index ( PI ) < 1,0 : Tolak

Kelemahan dan keuntungan dalam  profitabilitas index adalah sebagai berikut :
Keuntungan:
-          Mengunakan arus kas.
-          Memakai nilai waktu uang.
-          Konsisten dengan tujuan perusahaan memeksimumkan kekayaan pemegang saham.
Kelemahan  :
-          Menumbuhkan peramalan jangka panjang yang detail mengenai pertambahan keuntungan dan biaya.


METODE PENELITIAN

Objek Penelitian
            Penulis memperoleh data dari usaha jasa servis kendaraan bermotor roda dua yang didirikan pada tahun 1992 yang beralamat di JL. Basuki Rahmat, Kober Hulu No.4 Jakarta Timur. Usaha ini didirikan oleh bapak Oki pemilik bengkel tersebut.

Data / Variabel
            Data yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, maka penulis menggunakan data:
1)                  Data investasi
2)                  Data pendapatan
3)                  Data keuntungan dan,

Metode Pengumpulan Data
            Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan cara dalam pengumpulan data yaitu :
1.         Studi Lapangan (Field Research)
            Yaitu suatu pengumpulan data informasi primer langsung dari sumber penelitian, adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a.   Observasi, yaitu suatu pengamatan langsung terhadap suatu objek yang diteliti dalam waktu singkat dan bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai objek penelitian ( Gorys Keraf, 2001 : 162 )
b. Wawancara, yaitu cara untuk mrngumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan atau seseorang autoritas ( seorang ahli yang berwenang dalam suatu masalah ) ( Gorys Keraf, 2001 : 161 ).

2.         Studi Pustaka (Library Research)
            Yaitu suatu pengumpulan data dan informasi sekunder dengan jalan menggunakan buku-buku literature dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas.

3.                  Metode Analisis Data
Metode yang digunakan untuk menganalisis data tersebut yaitu dengan metode PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PI (Profitabiliti Index ) dan aspek-aspek studi kelayakan.

Alat Analisis
            Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah Capital Budgeting atau penganggaran modal dengan menggunakan beberapa metode analisis yaitu PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PI (Profitabiliti Index) untuk mengetahui dengan tepat alternatif yang tersedia dan kebijakan yang akan ditempuh dalam menentukan kemajuan perusahaan.
            Lalu bagaimana cara kerja dari beberapa alat analisis ini, berikut ini adalah tahapan dalam menyelesaikan metode perhitungan PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan PI (Profitabiliti Index):

1.                  Lakukan penganggaran modal terlebih dahulu, lalu estimasikan nilai yang akan diperoleh atau aliran kas bersih atau proceed. Caranya :
Keuntungan + penyusutan aktiva tetap = proceed

Rumus mencari penyusutan aktiva tetap :
Total aktiva tetap –  Nilai sisa aktiva tetap di akhir periode
                                                          Umur ekonomis usaha

2.                  Mencari Payback Period (PP) :
Rumus perhitungan Payback Period (dalam tahun) dapat dibagi dua kelompok :

a.             Rumus Payback Period yang belum memperhitungkan unsure pajak penghasilan. Jika pajak penghasilan belum diperhitungkan dalam penentuan Payback Period, dalam investasi untuk perluasan usaha, Payback Period dihitung dengan rumus sebagai berikut :
               Investasi
Payback Period =
                      Laba Tunai Rata-Rata per Tahun

Rumus diatas digunakan jika laba tunai setiap periode adalah sama. Jika laba tunai tiap periodenya tidak sama, maka rumusnya adalah sebagai berikut :
Investasi                                              :  xxx
Laba tunai tahun 1                              :  xxx
Sisa investasi                                         xxx
            Laba tunai tahun 2                              :  xxx
            Investasi yang belum tertutup             :  xxx
Sisa investasinya terus dikurangi dengan laba tunainya sampai tidak dapat dikurangi lagi, setelah itu, digunakan rumus :
Investasi yang belum tertutup
                                                                         x 1 tahun
     Laba tunai tahun ke-3       

b.            Rumus Payback Period yang memperhitungkan pajak penghasilan.
  Investasi
Payback Period =
                                      Kas masuk bersih


Kritetia terima tolak sebagai berikut :
        
·   Terima jika pembayaran kembali periode pembayaran kembali maximum yang diterima.
·   Tolak jika pembayaran kembali > periode pembayaran maximum yang diterima.


3.         Mencari Net Present Value (NPV) :
Net Present Value = PV proceed – PV Outlayes

Kriteria terima tolak dalam metode Net Present Value adalah sebagai berikut:
 

·   Jika Net Present Value proyek lebih besar dari PV proceed atau sama dengan 0 ( nol ), maka akan menerina penerimaan proyek tersebut Proyek ( NPV 0,0 : Terima ).
·   Jika ada nilai negative muncul maka penerimaan proyek, maka akan menolak proyek ( NPV < 0,0 : Tolak ).

4.         Mencari Profitability Index (PI) :
                                      Profitabilitas Index =  PV Proceed
                                                                           PV Outlay

Kritetia keputusan dengan mengunakan indeks keuntungan adalah menerima proyek jika profitabilitas indeks lebih besar atau sama dengan 1,00 dan menolak proyek jika profitabilitas indeks kurang dari 1,00.

 

                        Profitabilitas index ( PI ) 1,0 : Terima
                        Profitabilitas index ( PI ) < 1,0 : Tolak

5.            Mencari Internal Rate of Return (IRR) :
 

Internal rate of return ( IRR ) = Df 1 +         NPV1            ( Df 2- Df 1 )                                                        NPV 1 – NPV 2

Keterangan :
Df 1    = Tingkat bunga ke-1
Df 2    = Tingkat bunga ke-2
NPV1 = Net Present Value Positif
NPV2 = Net Present Value Negatif

         Kriteria terima tolak dalam metode Internal Rate of Return adalah sebagai berikut:
Internal rate of return tingkat pengambilan yang diisaratkan : Terima
Internal rate of return  < tingkat pengambilan yang diisaratkan : Tolak


Alamat Blog Penulis : http://agusthinuz.blogspot.com/